TAPUT.SIBARAGASNEWS/Tarutung - Ada oknum yang mengaku tim sukses Bupati JTP gentayangan melancarkan aksinya untuk iming-iming bisa membantu masuk jadi tenaga honor di lingkungan rumah sakit umum daerah (RSUD) dan dinas lainya di Tapanuli Utara.
Dengan merasa gagahnya menyakinkan calon mangsanya untuk memberikan keyakinan, bahwa sebuah outsourcing yang juga pengurus outsourcing tersebut adalah tim sukses Bupati Taput, bisa membantu masuk jadi honor di RSUD Tarutung yang penting ada Uang nya.
Baca Juga:
Cafee Lute Di Tarutung Di serang Warga
Oknum yang diduga nekat menjual nama baik Bupati JTP tersebut, sangat berpotensi telah mencoreng nama baik JTP, aksi perekrutan tersebut mengaku mendapat perintah dari Taput satu. “Oknum tersebut mengaku dapat perintah dari Bupati untuk mencari tenaga honor melalui outsourcing, karena kami merasa yakin, kami nurut-nurut saja, lalu kami serahkan surat lamaran anak kami serta uang Rp.2 juta yang katanya untuk orang dalam” ucap salah seorang ibu.
Seraya mengatakan, pada awalnya mereka mengaku tidak menyimpan rasa curiga terhadap oknum tersebut, mereka curiga setelah berbulan bulan tidak ada perkembangan atas lamaran anak mereka.
” Karena di bilang atas suruhan Pemerintah Kabupaten, kami jadi percaya, lama kelaman dan setiap kami tanya banyak alasan, katanya proses masih di tunda, karena direktur RSUD Tarutung belum definitif melainkan masih pelaksana tugas (PLT), jawaban itu yang selaku kami dapatkan.
Baca Juga:
Dr Deni P Lumbantoruan, Wabup Taput Tantang Kepala Sekolah Manfaatkan AI untuk Mutu Pendidikan
Anehnya lagi. Kami tidak di kasi tahu nama outsourcing yang di maksud, siapa pemilik outsourcing tersebut. Sementara informasi yang kami dapatkan, bahwa outsourcing tidak di perbolehkan merekrut calon tenaga honor di pemerintahan selain merekrut tenaga keamanan (satpam), dan cleaning service, kata ibu tersebut dengan nada tanya.
Saat itu SIBARAGASNEWS melakukan penelusuran akan kebenaran terkait ada tidaknya perekrutan tenaga honor di RSUD Tarutung Plt Direktur RSUD Tarutung. Bobby Simanjuntak, dengan tegas mengatakan, bahwa pihak rumah sakit tidak ada perekrutan untuk tenaga honor, dan juga tidak memakai jasa outsourcing.
“Kami tegaskan RSUD Tarutung tidak ada perekrutan tenaga honor dan juga bahwa perekrutan tidak memakai jasa outsourcing, dan memang ada pemilik outsourcing yang datang memohon mohon agar menerima honor, tapi tidak saya tanggapi, jadi kalau ada yang mengatakan bisa memasukan tenaga honor ke RSUD melalui outsourcing itu tidak benar, dan kalau bisa kalian kasi tahu ke saya siapa nama korban tersebut” kata Bobby Simanjuntak.
Menurut Bobby Simanjuntak, berharap kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati kepada oknum yang mengaku bisa memasukan tenaga honor di lingkungan pemerintahan Tapanuli Utara, jangan sampai tertipu, pesannya.
Hal yang sama juga informasi yang di himpun media ini dari sumber di PDAM Tapanuli Utara, bahwa pada intinya pihak PDAM tidak membuka lowongan kerja secara resmi di PDAM. Apalagi sampai memakai jasa
outsourcing.
“Secara resmi saat ini di PDAM Taput tidak ada perekrutan, sekilas info memang saya dengar ada perekrutan yang di lakukan oleh oknum dari sebuah outsourcing tapi itu tidak resmi, mungkin hanya karena hubungan emosional atau kedekatan pemilik outsourcing dengan dirut PDAM makanya mereka di terima, tapi itu bukan honor, itu hanya tenaga mangang dan selama 6 bulan tidak mendapat apa-apa atau tidak mendapat bayaran dari PDAM, serta tidak ada jaminan mereka untuk di angkat jadi karyawan PDAM Taput”. Beber sumber.
Seraya menegaskan, perekrutan tenaga honor di PDAM Taput tidak memakai jasa outsourcing, dari outsourcing itu hanya tenaga cleaning service, tenaga yang lain tidak bisa.
“Kalau ada penarikan uang yang dilakukan oknum outsourcing alasan untuk biaya proses atau untuk orang dalam, itu tidak benar, itu sudah termasuk unsur penipuan. Tambah Sumber
Pemilik outsourcing ketika dihubungi media via pesan singkat WhatsApp ” saya direktur perusahaan, saya tidak pernah menerima uang, jadi saya tidak tahu soal itu, ke siapa kalian kasih ke dialah kalian minta pertanggungjawaban, kecuali kalau saya yang ngomong sama kalian, dan memang isu itu pernah saya dengar, kalian ancam aja dia dan bila perlu kalian laporkan, ucapnya.
[Redaktur: Tohap Simaremare]