TAPUT.SIBARAGASNEWS, Siborongborong - Kondisi semrawut di Pasar Siborong-borong utamanya disebabkan oleh pedagang yang meluber hingga ke bahu jalan dan terminal. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui UPT Pasar sebenarnya terus berupaya menertibkan dan mendorong pedagang agar kembali berjualan di dalam lokasi yang telah disediakan.
Masalah tata letak ini sudah menjadi polemik klasik, terutama saat hari pekan berlangsung (biasanya setiap hari Selasa) ketika aktivitas transaksi memuncak. Penertiban secara persuasif seringkali dilakukan oleh instansi gabungan untuk mencegah kemacetan, namun pedagang kerap kembali berjualan di luar area. Hal ini diungkapkan Ka UPT Dinas Pasar Siborngborong, Asroi Halawa di Siborongborong, Selasa (14/07/2026).
Baca Juga:
Pasar Tradisional Siborongborong Perputaran Uang 3 M/Minggu, Butuh Perhatian Pemerintah
Asroi Halawa. Luas lapak pasar lebih kurang 1 hektar tempat berdagang. Kondisi pasar seluas 1 hektar lebih yang semrawut akibat pedagang liar yang meluber hingga ke badan jalan atau trotoar seringkali disebabkan oleh kurangnya kesadaran oleh pedagang, penertiban dan relokasi ruang yang tidak merata.
Praktik ini memicu kemacetan lalu lintas, bau tak sedap, dan penurunan omset bagi pedagang yang taat di dalam los. Berikut adalah langkah-langkah yang umumnya diambil pemerintah daerah untuk mengatasi kesemrawutan di area pasar tradisional. Penataan Ulang Lapak. Mengelompokkan jenis dagangan secara spesifik di dalam area gedung utama agar pembeli memiliki panduan yang jelas.
Penertiban Tegas. Melarang pedagang kaki lima (PKL) berjualan di bahu jalan atau zona larangan parkir guna mengurai kemacetan. Peningkatan Fasilitas. Memastikan sirkulasi udara, sanitasi, dan pengelolaan sampah berfungsi dengan baik untuk menghilangkan kesan kumuh. Relokasi Berkala. Menyediakan fasilitas tenda atau los khusus yang representatif bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di tempat liar. Ucap Roi
Baca Juga:
Kapolres Taput Wujudkan Bangun Jembatan Merah Putih Penghubung Desa Pohan Jae
Pedagang dan pengunjung yang tidak menyebut namanya, meminta pemerintah penertiban tegas. Apalagi di musim hujan, sangat kotor dan bau sekali. Ini menunjukkan jauh dari kondisi pasar sehat,” ujarnya.
Pantauan wartawan, pemandangan tenda warna-warni masih mewarnai pemandangan tidak sehat, alias kumuh Prihatin!. Pasar Tradisional dinilai semrawut dan tak tertata!. Kondisi Pasar Tradisional Pekan Siborongborong kini menjadi sorotan tajam dari kalangan DPRD Kabupaten Tapanuli Utara
Kondisi semrawut, macet dan bau menjadi pandangan masyarakat yang melintas di kawasan Pasar Siborongborong. Pasar tradisional di Kabupaten Tapanuli Utara ini letaknya tepat di Kelurahan Pasar Siborongborong. Untuk itu Pemerintah Tapanuli Utara harus bersifat tegas menata dan mengelola tepat guna dan mendapatkan PAD.