“Kabupaten Tapanuli Utara memiliki lebih dari 6.500 penenun. Melalui festival ini, kita ingin mengangkat mereka, mengubah air mata penenun menjadi mata air kebahagiaan bagi Taput,” ujarnya.
Kegiatan yang didukung oleh berbagai pihak termasuk Bank Indonesia dan bank Sumut Cabang Tarutung melalui Dame Ulos dan Simata Creative ini juga menjadi ajang kolaborasi antara penenun, desainer, akademisi, dan pelaku UMKM serta pihak swasta untuk mengembangkan inovasi wastra berbasis budaya lokal.
Baca Juga:
Pemkab Taput Audensi Ke Kemendiknasmen Memperjuangkan Pendidikan
[Redaktur: Tohap Simaremare]