1. Kontak keluarga maupun teman Anda
Jangan malu mencari pertolongan. Kontak pertama yang mungkin terlintas dalam pikiran Anda adalah keluarga atau teman terdekat. Meminta tolong pada mereka sesegara mungkin bisa dilakukan melalui keluarga atau teman terdekat.
2. Jadilah tangguh
Berpikirlah untuk melawan. Jadilah tangguh agar bisa melawan semua tipu muslihat dari pasangan pelaku KDRT.
Baca Juga:
Gegara Hasrat Tak Terpenuhi, Pria di Asahan Cekik Istri dan Bacok Mertua Pakai Kapak
3. Buat rencana menyelamatkan diri
Mulai mencari kontak darurat yang bisa dihubungi kapan pun Anda butuhkan. Anda juga bisa mulai menyiapkan perencanaan dari mulai keuangan hingga perlengkapan untuk menyelamatkan diri.
4. Pikirkan diri Anda di masa depan
Pikirkan hal-hal baik yang bisa Anda lalui saat terbebas dari kekerasan yang dilakukan pasangan. Perasaan ini akan memicu Anda untuk segera keluar dari hubungan tidak sehat tersebut.
Anda bisa memikirkan masa depan anak-anak tanpa cekcok dari ayah mereka atau pukulan yang diterima Anda dari suami.
5. Jangan salahkan diri sendiri
Jangan menyalahkan diri sendiri atas kekerasan seksual baik pelecehan ataupun perkosaan yang Anda alami. Bangun keyakinan bahwa pelakulah yang bersalah.
Baca Juga:
Bayi 4 Bulan Diculik Ibu Mertua! Ibu Muda Laporkan Kasus KDRT, Kapolres Tapteng Beri Atensi
Dengan begitu, Anda akan memiliki kekuatan untuk menghadapi dan memilih keputusan yang tepat untuk menyelesaikan kasus kekerasan seksual yang Anda hadapi.
6. Simpan barang bukti
Kumpulkan seluruh benda-benda, foto, ataupun bukti digital yang bisa Anda jadikan barang bukti.
7. Segera lapor
Segera membuat laporan ke petugas terdekat atau lembaga layanan. Korban kekerasan dilindungi oleh negara. Anda bisa meminta lembaga bantuan hukum di wilayah terdekat untuk melindungi dan membantu Anda menyelesaikan kasus KDRT.